Showing posts with label Kelainan Imunitas. Show all posts
    Showing posts with label Kelainan Imunitas. Show all posts
  • Rinitis Alergika Musiman
    DEFINISI
    Rinitis Alergika Musiman (Hay fever, polinosis) adalah suatu alergi terhadap serbuk sari yang terdapat di dalam udara.

    PENYEBAB
    Serbuk sari di dalam udara yang menyebabkan rinitis alergika bervariasi, tergantung kepada daerah dan individu.
    Serbuk yang terbawa oleh lebah dari satu pohon ke pohon lainnya jarang menyebabkan rinitis alergika karena butirannya besar dan dilapisi oleh bahan seperti lilin.
    Serbuk yang terbawa oleh angin butirannya lebih kecil dan lebih sering menyebabkan rinitis alergika. Tanaman yang sering menyebabkan rinitis alergika adalah pohon-pohonan, rumput, bunga dan rumput liar.

    Selain kepekaan individu dan daerah tempat tumbuhnya tanaman, faktor lain yang berpengaruh terhadap terjadinya rinitis alergika adalah jumlah serbuk yang terkandung di dalam udara.
    Cuaca panas, kering dan berangin lebih banyak mengandung serbuk; cuaca dingin, lembab dan hujan menyebabkan serbuk terbuang ke tanah.

    GEJALA
    Hidung, langit-langit mulut, tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal, baik secara tiba-tiba maupun secara berangsur-angsur.
    Biasanya akan diikuti dengan mata berair, bersin-bersin dan hidung meler.

    Beberapa penderita mengeluh sakit kepala, batuk dan mengi (bengek); menjadi mudah tersinggung dan deperesi; kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur.
    Terjadi peradangan pada kelopak mata bagian dalam dan pada bagian putih mata (konjungtivitis).

    Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan, menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang hanya timbul pada musim tertentu.
    Untuk menentukan serbuk penyebabnya, bisa dilakukan tes kulit.

    PENGOBATAN
    Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin.
    Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya pseudoephedrine atau fenilpropanolamin) untuk melegakan hidung tersumbat. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat.
    Bisa juga diberikan obat semprot hidung natrium kromolin; efeknya terbatas pada hidung dan tenggorokan bagian belakang.

    Jika pemberian antihistamin dan kromolin tidak dapat mengendalikan gejala-gejala, maka diberikan obat semprot kortikosteroid.
    Jika obat semprot kortikosteroid masih juga tidak mampu meringankan gejala, maka diberikan kortikosteroid per-oral selama kurang dari 10 hari.

    Immunoterapi alergen perlu dipertimbangkan pada:
    - penderita yang mengalami efek samping yang berat akibat obat-obatan
    - penderita yang sering mengkonsumsi kortikosteroid
    - penderita yang menderita asma.
    Immunoterapi alergen sebaiknya dimulai beberapa bulan sebelum musim serbuk tiba.

    PENCEGAHAN
    Timbulnya gejala biasanya bisa dicegah dengan menghindari alergen penyebab terjadinya rinitis alergika.
    Selama musim serbuk berlangsung, sebaiknya penderita tetap tinggal di dalam rumah.
    more
  • Anafilaksis
    DEFINISI
    Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi yang bersifat akut, menyeluruh dan bisa menjadi berat.

    Anafilaksis terjadi pada seseorang yang sebelumnya telah mengalami sensitisasi akibat pemaparan terhadap suatu alergen.
    Anafilaksis tidak terjadi pada kontak pertama dengan alergen.
    Pada pemaparan kedua atau pada pemaparan berikutnya, terjadi suatu reaksi alergi. Reaksi ini terjadi secara tiba-tiba, berat dan melibatkan seluruh tubuh.

    PENYEBAB
    Anafilaksis bisa tejadi sebagai respon terhadap berbagai alergen.
    Penyebab yang sering ditemukan adalah:
  • Gigitan/sengatan serangga
  • Serum kuda (digunakan pada beberapa jenis vaksin)
  • Alergi makanan
  • Alergi obat.
    Serbuk sari dan alergen lainnya jarang menyebabkan anafilaksis.

    Anafilaksis mulai terjadi ketika alergen masuk ke dalam aliran darah dan bereaksi dengan antibodi IgE. Reaksi ini merangsang sel-sel untuk melepaskan histamin dan zat lainnya yang terlibat dalam reaksi peradangan kekebalan.

    Beberapa jenis obat-obatan (misalnya polymyxin, morfin, zat warna untuk rontgen), pada pemaparan pertama bisa menyebabkan reaksi anafilaktoid (reaksi yang menyerupai anafilaksis).
    Hal ini biasanya merupakan reaksi idiosinkratik atau reaksi racun dan bukan merupakan mekanisme sistem kekebalan seperti yang terjadi pada anafilaksis sesungguhnya.

  • GEJALA
    Sistem kekebalan melepaskan antibodi. Jaringan melepaskan histamin dan zat lainnya.
    Hal ini menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga terdengar bunyi mengi (bengek), gangguan pernafasan; dan timbul gejala-gejala saluran pencernaan berupa nyeri perut, kram, muntah dan diare.

    Histamin menyebabkan pelebaran pembuluh darah (yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah) dan perembesan cairan dari pembuluh darah ke dalam jaringan (yang akan menyebabkan penurunan volume darah), sehingga terjadi syok.
    Cairan bisa merembes ke dalam kantung udara di paru-paru dan menyebabkan edema pulmoner.

    Seringkali terjadi kaligata (urtikaria) dan angioedema. Angioedema bisa cukup berat sehingga menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan.
    Anafilaksis yang berlangsung lama bisa menyebabkan aritimia jantung.

    Gejala-gejala yang bisa ditemui pada suatu anafilaksis adalah:
    - kaligata
    - gatal di seluruh tubuh
    - hidung tersumbat
    - kesulitan dalam bernafas
    - batuk
    - kulit kebiruan (sianosis), juga bibir dan kuku
    - pusing, pingsan
    - kecemasan
    - berbicara tidak jelas
    - denyut nadi yang cepat atau lemah
    - jantung berdebar-debar (palpitasi)
    - mual, muntah
    - diare
    - nyeri atau kram perut
    - bengek
    - kulit kemerahan.

    DIAGNOSA
    Pemeriksaan fisik menunjukkan:
    - kaligata di kulit dan angioedema (pembengkakan mata atau wajah)
    - kulit kebiruan karena kekurangan oksigen atau pucat karena syok.
    - denyut nadi cepat
    - tekanan darah rendah.
    Pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop akan terdengar bunyi mengi (bengek) dan terdapat cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner).

    PENGOBATAN
    Anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.
    Bila perlu, segera lakukan resusitasi kardiopulmonal, intubasi endotrakeal (pemasangan selang melalui hidung atau mulut ke saluran pernafasan) atau trakeostomi/krikotirotomi (pembuatan lubang di trakea untuk membantu pernafasan).

    Epinefrin diberikan dalam bentuk suntikan atau obat hirup, untuk membuka saluran pernafasan dan meningkatkan tekanan darah.
    Untuk mengatasi syok, diberikan cairan melalui infus dan obat-obatan untuk menyokong fungsi jantung dan peredaran darah.

    Antihistamin (contohnya diphenhydramine) dan kortikosteroid (misalnya prednison) diberikan untuk meringankan gejala lainnya (setelah dilakukan tindakan penyelamatan dan pemberian epinefrin).

    PENCEGAHAN
    Hindari alergen penyebab reaksi alergi.

    Untuk mencegah anafilaksis akibat alergi obat, kadang sebelum obat penyebab alergi diberikan, terlebih dahulu diberikan kortikosteroid, antihistamin atau epinefrin.
    more

Iklan

Space Iklan Space Iklan

Iklan

Powered by Ubuntu Pictures, Images and Photos Stetson Logo Pictures, Images and Photos Visit Indonesia 2008 photobucket logo Pictures, Images and Photos Fedora Core Logo Pictures, Images and Photos Stop Global Warming Logo Pictures, Images and Photos go FUtsal Pictures, Images and Photos
link to search engine optimization guide
Provided by SEO guide.
Google

ShoutMix chat widget

Video Kedokteran

Photos